Ada juga
bendera merah putih berukuran besar menutupi satu sudut ruang. Sudut lain atau
berhadapan dengan pintu dua gambar Soekarno melekat
pada dinding. Di atas dua foto itu, ada ukiran Garuda dan teks Pancasila.
Bekas penjara Bung Karno berwarna hijau ini masih dibuat seperti
dulu ketika Bung Karno ditahan Pemerintah Belanda. Hanya tembok yang sebelumnya
sudah mulai mengelupas kini dipoles agar lebih tampak indah. Bangunan kecil
berukuran 2x5 meter ini tampak bersih.
Pintu kokoh berwarna hitam yang diberi ruang lihat, juga masih kekar. Bahan yang terbuat dari baja lengkap dengan kunci-kuncinya.
Pintu kokoh berwarna hitam yang diberi ruang lihat, juga masih kekar. Bahan yang terbuat dari baja lengkap dengan kunci-kuncinya.
Di luar
ruangan, ada tugu batu. Tugu ini adalah bekas kamar mandi Bung Karno. Lainnya
ada pondasi yang rencananya akan dibuat patung Soekarno. Tiga tugu
berada dalam satu kotak yang dipagari oleh warga sekitar.
Di penjara
nomor lima itu juga terdapat satu buah meja memanjang dibalut kain hijau. Meja
itu tidak boleh 'sepi'. Paling tidak satu minggu sekali makanan juga minuman
disiapkan.
"Ritual ini sudah turun temurun dilakukan sejak dulu, hingga pada akhirnya saya yang mulai diberi kepercayaan menjaga ini pada tahun 1986 melanjutkan ritual ini, di monumen bekas penjara Soekarno, Sabtu.
Tidak diharuskan, apa saja yang disediakan. "Gak ada tapi ya tidak boleh sampai kosong, dulu saya suka simpan buah-buahan, sekarang adanya kopi dan susu, kami simpan saja," ujarnya.
Ada juga bunga sedap malam. Fungsinya untuk mengharumi ruangan. Ritual ini dilakukan setiap Kamis selepas Magrib. "Setelah Magrib saya bawa makanan dan minuman gantinya yang baru," terangnya.
"Ritual ini sudah turun temurun dilakukan sejak dulu, hingga pada akhirnya saya yang mulai diberi kepercayaan menjaga ini pada tahun 1986 melanjutkan ritual ini, di monumen bekas penjara Soekarno, Sabtu.
Tidak diharuskan, apa saja yang disediakan. "Gak ada tapi ya tidak boleh sampai kosong, dulu saya suka simpan buah-buahan, sekarang adanya kopi dan susu, kami simpan saja," ujarnya.
Ada juga bunga sedap malam. Fungsinya untuk mengharumi ruangan. Ritual ini dilakukan setiap Kamis selepas Magrib. "Setelah Magrib saya bawa makanan dan minuman gantinya yang baru," terangnya.
Hingga kini,
tak ada pihak yang peduli hingga akhirnya dia menggalang dana dari warga
sekitar. Pemerintah dia anggap hanya pengumbar janji. Beberapa kali menyodorkan
bantuan untuk membenahi bangunan bersejarah tersebut, tidak pernah ditanggapi.
Miris melihat
sejarah Indonesia terbengkalai, perbaikan dilakukan Februari 2012 lalu. Rp 20
juta didapat dari hasil swadaya dan donator. Pembenahan dilakukan agar orang
tahu, bahwa di tempat ini Presiden Indonesia berjuang.
"Kalau
mengandalkan pemerintah kapan mau dapatnya, tidak ada sama sekali sekecil
apapun bantuan dilakukan," ungkapnya. Padahal jika melihat sejarah
menurutnya, Bung Karno memperjuangkan kemerdekaan sejak di sini.
"Sudah
banyak yang tidak peduli, padahal jika ada anggaran saya ingin jadikan ini
sebagai tempat wisata sejarah. Jadi orang tak sungkan masuk ke sini. Kalau
sekarang kondisinya kaya gini, gimana orang mau tahu di sini ada bekas penjara
Bung Karno," jelasnya.
Tak jarang
memang tokoh-tokoh mendatangi bekas penjara Bung Karno ini. Sebut saja Rieke
Diah Pitaloka, Megawati Soekarnoputri, Haji
Isha, dan Seto
Mulyadi. "Beliau sudah beberapa kali datang kesini. Menengok dan
mendoakan," ujarnya. Namun tak sedikit juga orang yang hendak berjuang
dalam pemilu, mendatangi tempat ini.
"Tahun
2008 kemarin banyak sekali yang datang, pasti nanti jelang pemilihan pasti
banyak juga," jelasnya.
Sedikit melihat sejarah ke belakang, bahwa bekas penjara ini hanyalah sisa dari perjuangan rakyat Indonesia. Saat itu penjara Banceuy yang terkenal dan menjadi salah satu saksi sejarah, di mana sang proklamator pernah mendekam pada tahun 1929 sampai 1930, sebagai tahanan politik dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
Sedikit melihat sejarah ke belakang, bahwa bekas penjara ini hanyalah sisa dari perjuangan rakyat Indonesia. Saat itu penjara Banceuy yang terkenal dan menjadi salah satu saksi sejarah, di mana sang proklamator pernah mendekam pada tahun 1929 sampai 1930, sebagai tahanan politik dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
Saat itu Bung
Karno yang menjabat sebagai ketua Partai Nasional Indonesia (PNI) dianggap
membahayakan pemerintah Belanda. Maka beliau bersama tiga orang rekannya
dikenakan jerat hukum yang terkenal dengan nama pasal-pasal karet atau haatzai
artikelen.
Bung Karno saat itu dirasa membahayakan hingga akhirnya dipindahkan ke Lapas Sukamiskin. Disana Bung Karno ditahan di Ruang TA 01 di lantai 2.
Bung Karno saat itu dirasa membahayakan hingga akhirnya dipindahkan ke Lapas Sukamiskin. Disana Bung Karno ditahan di Ruang TA 01 di lantai 2.
Melalui
perjalanan panjangnya, kini Ahmad yang merasa sudah mengabdikan diri kepada
tempat tersebut berjuang untuk mempertahankan sisa sejarah yang ada. Menurutnya
banyak kebijakan pemerintah ini yang tidak berpihak kepada sejarah.
Demi uang,
sejarah dikorbankan. Hingga akhirnya sebuah penjara yang memiliki nilai
historis sangat tinggi pun kalah dan digantikan dengan sebuah pertokoan yang
kini malah tak berfungsi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar